Hidup BUKAN Pilihan !

Sebagian besar dari kita selalu mengatakan bahwa hidup adalah pilihan. Hidupku adalah pilihanku sendiri, bukan orang lain. Tapi coba kita gali lagi lebih dalam, apakah benar hidup kita itu sepenuhnya merupakan pilihan kita?

Hidup seseorang berawal dari ia lahir ke dunia ini, lahir dari rahim seorang ibu, membawa status sebagai seorang bayi. Bayi yang kecil,mungil, dan lucu. Ingatkah Anda saat Anda mengalami masa – masa seperti itu? Masa – masa dimana Anda terlahir menjadi seorang bayi? Apakah terlahir menjadi seorang bayi merupakan “Pilihan” Anda? Coba renungkan baik – baik.

Ada terlahir dari latar belakang keluarga yang berbeda – beda. Ada yang terlahir di dalam keluarga yang bahagia, berlatar belakang pendidikan yang tinggi, dihormati dan disegani oleh masyarakat. Ada pula yang terlahir di keluarga yang biasa – biasa saja, dan ada juga yang terlahir di keluarga miskin yang tinggal di rumah kecil , kumuh, memiliki keluarga yang berlatar belakang pendidikan rendah yang  pekerjaannya hanya cukup untuk memberi makan dirnya dan keluarganya saja. Semuanya pas – pasan. Tidak ada yang tersisa.

Apakah itu pilihan? Terlahir sebagai orang kaya? Orang miskin? Anak seorang pejabat? Pewaris tunggal di sebuah kerajaan? Baca lebih lanjut

Time Management

Oke! Selamat pagi! What are you doing today? Berapa kegiatan yang sudah anda rencanakan hari ini? Dan sudah berapa yang anda kerjakan? Dari judul di atas, mungkin terbayang di benak anda bahwa kita akan membahas bagaimana membuat tabel-tabeljadwal dalam sehari yang harus anda tuntaskan, apapun yang terjadi. Tapi tidak, bukan itu. Saya yakin permasalahan utama dalam menyusun jadwal bukanlah penentuan interval waktu yang diperlukan untuk setiap goal anda sehari-hari. Semua orang bisa melakukannya dengan cukup baik, asalkan ada ketekunan untuk benar-benar melaksanakannya. Benar ‘kan?

Kita hidup dalam dunia yang penuh hiruk pikuk. Di era globalisasi seperti sekarang ini, segala hal seolah menuntut untuk diselesaikan saat ini juga. Kita berlomba, menjadi yang lebih baik, bahkan yang terbaik di bidangnya. Akan tetapi seringkali bahkan setelah kita menyelesaikan impian-impian kecil kita, kebahagiaan itu tidak bertahan lama, karena tuntutan lain datang menghampiri, lebih besar, lebih menantang untuk ditaklukkan. Kita lalu berlari lagi, mengabaikan hal-hal kecil yang mungkin menurut kita bisa ditunda deadline-nya. Manisnya keberhasilan sekian waktu, sebandingkah dengan usaha kita yang makan waktu berpuluh-kali lipat dari itu?

Baca lebih lanjut