MotivaGIFT proudly presents . . .

Apa kabar, sobat Gifters semuanya?!

Seperti janji kami via twitter beberapa hari sebelumnya, akan ada ‘sesuatu’ khusus untuk Anda semua. Kami akan membagi-bagikan GIFT lagi khusus untuk Gifters yang mau berjuang untuk meraihnya.

Silakan disimak poster di bawah ini:

GIFT atau hadiah yang kita dapatkan secara cuma-cuma, jika dibandingkan dengan GIFT yang kita dapatkan karena kita memang berusaha untuk mendapatkannya, mana yang memberikan kepuasan lebih besar bagi Anda? Kami yakin, GIFT yang kita perjuangkanlah yang akan memberikan kita kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapatkannya. Oleh sebab itu, ambillah kesempatan ini untuk menantang diri Anda sendiri, bukan hanya sekadar supaya bisa mendapatkan GIFT yang kami tawarkan, melainkan untuk mendapatkan Kepuasan Sebagai Pemenang!

Kami tunggu karya-karya Anda semua ya, Gifters!

SEMANGAT!!!

You will need this Logo to participate in this Competition:

Contoh Karya:

Mission and Vision

Mungkin kita, khalayak umum, telah sering mendengarkan kedua kata itu didengungkan oleh banyak pihak, seperti oleh para motivator, pemimpin atau calon pemimpin, ataupun oleh teman-teman kita. Mari kita coba lihat terlebih dahulu pengertian visi dan misi itu sendiri.

–          Visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana bagaimana mencapainya.

–          Misi adalah bagaimana untuk menghadirkan impian tadi menjadi kenyataan.

Mungkin terdapat banyak definisi atau pengertian lain tentang visi dan misi yang dikemukakan oleh berbagai tokoh, namun pada dasarnya semua definisi tersebut memiliki makna dan inti yang sama saja. Satu hal yang perlu diingat, setiap manusia yang telah dilahirkan dan telah mampu berpikir pasti telah memiliki visi dan misi mereka sendiri. Walaupun istilah ataupun cara pemikiran yang ada dalam pikiran setiap orang mengenai visi dan misi tentu berbeda-beda. Bahkan anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun sendiri telah memiliki visi mereka sendiri, yang biasa mereka sebut sebagai “cita-cita di masa depan.”

Jadi, secara tidak kita sadari, sejak kecil kita telah memiliki visi kita sendiri. Walaupun pada saat itu tentu kita belum mengenal istilah visi. Namun, pasti saat itu kita tentu belum memikirkan tentang bagimana cara untuk mewujudkan visa kita itu sendiri, yang kemudian akan kita sebut sebagai misi. Seiring bertambahnya usia, manusia pasti akan memikirkan tentang bagaimana cara untuk mewujudkan visi mereka itu sendiri (misi). Karena tidak mungkin visi kita dapat terwujud dengan sendirinya, tanpa ada usaha atau daya upaya.

Baca lebih lanjut

#GiftQuiz episode 2

#GiftQuiz diselenggarakan lagi beberapa minggu yang lalu nihh, tepatnya tanggal 27 Mei 2012.. Kamu-kamu ikutan gak? 😀

Kali ini quiz yang dibuat itu bertemakan sesuai dengan komunitas kita ini: GIFT!

Kira-kira beginilah soal dari quiz tersebut:

#GiftQuiz: Gifters, apa sih #Gift paling berkesan yang pernah Gifters terima? ^^ Terus, dari siapa #Gift itu?

Jawaban yang kami terima itu beraneka ragam, dan satu yang terpilih sebagai pemenang adalah:

@ridoarbain Gift paling berkesan » underware. Yg dikasih temen-temen satu kelas pas ultahku yg ke-20. :’) #GiftQuiz

Selamat buat pemenang #GiftQuiz episode 2 ini yaa… Buat yang belum menang, jangan berkecil hati. #GiftQuiz akan diadakan secara dadakan tiap bulannya. Cara ikutannya juga gampang lhoo…

Cukup menjadi follower @Motivagift (Siapapun yang meng-follow, pasti akan di follow back oleh @Motivagift langsung), dan posting foto peserta yang di dalamnya ada wajah peserta dengan wajah ibunya masing-masing. Sederhana, ‘kan?!

So, what is the most impressed GIFT you ever got, dear GIFTers?

“Waktu adalah Uang”

Frase di atas tentu merupakan frase atau kata mutiara yang sudah sering kita dengarkan di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Namun kemudian timbul pertanyaan, “Bagaimana waktu yang merupakan suatu hal yang abstrak bisa sama dengan uang, yang tentu saja bersifat nyata dan materiil?”

Namun sebenarnya, frase anonim tentang waktu (time) tersebut sebenarnya hanyalah untuk menggambarkan dan mendeskripsikan secara singkat betapa penting dan berharganya sang waktu. Kalau kita bertanya pada tokoh-tokoh yang terkemuka dan sukses, pasti jawaban mereka kurang lebih akan mirip dengan frase di atas tersebut.

–          Bill Gates, pendiri Microsoft, bisa menghasilkan $ 250 atau Rp. 2.250.000,00 ($ 1 = Rp. 9.000) setiap detiknya.

–          Perusahaan Google bisa menghasilkan $ 920 atau Rp. 8.280.000.00 ($ 1 = Rp. 9.000) setiap detiknya.

–          Usain Bolt berhasil memecahkan rekor dunia untuk pertama kalinya dalam lomba lari nomor 100 m, setelah mencatat waktu 9.72 detik, hanya berselisih 0.02 detik dari rekor lama yang dipegang oleh Asafa Powell.

Dari tiga contoh fakta di atas saja, kita sudah dapat mengetahui seberapa pentingnya waktu 1 detik saja bagi tokoh-tokoh tersebut, baik dalam bidang olahraga maupun wirausahawan.

Namun, pada faktanya kita (termasuk saya) sering kali menyia-yiakan waktu untuk hal-hal yang tak berguna. Bahkan kita sering lalai dalam penggunaan waktu kita. Oleh karena itu, kita perlu melakukan manajemen waktu (Time Management).

Baca lebih lanjut

24 Jam Sehari! Cukupkah?

Apakah Anda seorang ayah yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri anda? Atau mungkin Anda adalah seorang ibu rumah tangga dan sekaligus wanita karir? Atau mungkin Anda adalah seorang mahasiswa yang harus kuliah, banyak tugas, ikut berorganisasi, kerja paruh waktu sambil mencari seorang pendamping hidup (pacar)? Atau mungkin Anda adalah seorang pelajar yang mempunyai target juara pertama di kelas, ikut bimbingan belajar, ikut les musik atau les Bahasa Inggris atau Mandarin?

Apapun profesi atau pekerjaan anda saat ini, apakah Anda merasa 24 jam sehari itu cukup untuk istirahat, untuk keluarga dan orang di sekitar Anda, maupun untuk aktivitas lainnya? Atau mungkin 24 jam sehari itu terlalu lama atau sangat kurang sehingga anda lalai dalam beberapa hal atau mungkin menjadi jenuh karena 24 jam itu seperti 24 abad? Pernahkah Anda berpikir kenapa hal itu terjadi pada Anda? Kenapa sebagian orang mampu memanfaatkan 24 jam sehari secara baik dan bermanfaat? Jika orang lain mampu kenapa kita tidak?

Inilah beberapa tips yang dapat kita terapkan untuk mengatur waktu 24 jam yang kita miliki dalam sehari dengan lebih efektif :

Baca lebih lanjut

Dimana Letak “Waktu” ?

Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Setiap menyebut namanya, kita pasti teringat dengan Microsoft. Bill Gates selalu menghitung “harga” dari waktunya. Bagi seorang Bill Gates, setiap detik di dalam hidupnya sangat berharga. Ia selalu menghitung harga dari setiap menit bahkan detik yang dilewatinya.

Anda yang sedang membaca artikel ini, baik yang masih sekolah, kuliah, bekerja, berwiraswasta, dan apa pun itu bentuknya, coba ambil secarik kertas beserta kalkulator, kemudian hitung berapa “harga” yang Anda dapatkan setiap bulannya, dan kemudian bagi dengan jumlah hari di bulan tersebut. Berapakah hasilnya? Masih terlihatkah nominalnya? Kalau masih, coba bagi lagi dengan jumlah jam dalam satu hari yaitu 24. Sekarang, apakah Anda berani membaginya lagi jumlah menit bahkan detik dalam setiap jamnya?

Memang, segala sesuatu tidak bisa dikur dengan uang. Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia berlomba-lomba mencari dan mendapatkan uang dalam proses perjalanan hidupnya. Bahkan beberapa mengatakan bahwa tujuan akhir dalam hidupnya adalah tentang uang. Everything is about “money”.

Baca lebih lanjut

Prioritas !

Pernahkah kita berharap ingin memiliki lebih banyak waktu dalam satu hari? Apakah lembur menjadi hal biasa bagi kita? Pernahkah kita berharap memiliki waktu lebih untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan? Terkadang kita merasa kesal dan merasa bersalah karena tidak punya cukup waktu untuk diluangkan kepada keluarga.

Jangan khawatir. Ada solusi untuk masalah ini, dan itu jauh lebih mudah daripada yang kita bayangkan. Hanya membutuhkan penyesuaian diri dalam menggunakan waktu kita sebaik mungkin. Bukan hanya mengatur waktu kita secara efektif dan efisien, namun solusi ini dapat mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

Pertama, ada 24 jam per hari. Ini adalah fakta dan kita tidak bisa mengubahnya menjadi 23 jam atau 25 jam per hari. Yang ada adalah kita yang mengatur waktu kita sendiri. Ini adalah langkah awal dimana kita membedakan mana hal yang penting dan mana hal yang darurat. Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam mengatur waktu, yaitu :

Baca lebih lanjut

Selamat Hari Ibu!

Pada hari Minggu yang lalu, tepatnya tanggal 13 Mei 2012, kami baru saja membagi-bagikan hadiah kepada follower setia kami. Acara yang Luar Biasa ini diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal tersebut.

Melalui akun twitter Motivagift, kami membuat lomba untuk dua orang pemenang. Syarat mengikuti lombanya itu pun sangat gampang. Cukup menjadi follower @Motivagift (Siapapun yang meng-follow, pasti akan di follow back oleh @Motivagift langsung), dan posting foto peserta yang di dalamnya ada wajah peserta dengan wajah ibunya masing-masing. Sederhana, ‘kan?

Berikut adalah foto-foto LUAR BIASA yang dikirimkan oleh semua peserta:

1. Christa Tjioe

2. Yuni Mahmuro

3. Muhammad Ikhsanuddin

4. Dimitria Vensivana

5. Caca Lubis

***

Dan inilah kedua pemenang kami setelah mengalami proses pengundian:

1. Karnan

2. Aminatus Zuhria SH

***

Akankah Anda yang menjadi pemenang #GiftQuiz berikutnya? Click Here to Follow @Motivagift.

“Dia anaku”, adalah kalimat yang selalu diucapkan #ibu dengan bangga, penuh rasa cinta.

Apakah kalimat “Dia ibuku” adalah kalimat yang juga selalu kita ucapkan dengan bangga kepada dunia?