Nikmati Sajalah

Let me guess, Anda baru saja memIlIkI harI yang penat. Koran yang tiba dI depan pIntu rumah Anda pagI InI basah kuyup karena tukang koran menaruhnya dI tempat yang salah, kemeja Anda belum dIgosok dan terlIhat sekusut muka nenek penjajah pIsang gorang dI sampIng pasar, kerjaan menumpuk, hIngga Anda pusIng apa saja yang sebenarnya pentIng, ada saja kerjaan Anda yang dIkomentarI supervIsor dI tempat kerja, jalanan becek karena hujan deras, anda basah kuyup, kekasIh Anda tIdak memberI kabar apapun seharIan, Anda lupa membelIkan makanan pesanan Ibu dI perjalanan pulang kerja, lalu Ibu pun merepetI Anda tIdak pedulI lagI padanya, sudah lama Anda tIdak hInggap dI keramaIan studIo XXI untuk menIkmatI deretan fIlm terbaru, Anda sudah melupakan hobI, Anda bIngung kenapa tulIsan dI paragraf InI huruf ‘I’nya besar semua. Dunia seolah tak bersahabat, ribut sekali!

 

@Motivagift

@Motivagift

Sudah cukupkah repetan Anda akan semua yang terjadi? Sekarang tertawalah. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!

Sadarlah, Anda ini cuma manusia. Manusia itu bodoh. Mereka ceroboh. Mereka seringkali salah namun tetap saja bersikeras tidak mau mengakuinya. Mereka menggenangi jiwa mereka dengan  pemikiran-pemikiran bodoh yang membebani. Mereka emosional. Mereka banyak saja maunya. Mereka merasa menguasai lingkungan. Mereka harus belajar terus-terusan, itupun tak pandai-pandai. Mereka keras kepala. Mereka pikir mereka sempurna.

 

Jangan bilang “Saya tau manusia itu tidak sempurna kok”. Jika memang demikian, lantas mengapa Anda mencoba untuk menjadi sempurna? Jangan munafik. Mengejar kesempurnaan sama saja mengejar sesuatu yang tidak ada, kan Anda juga mengakui kesempurnaan itu tidak ada kan? Nah lo!

 

Masalah di dunia ini muncul karena Anda berpikir hidup Anda tidak sempurna, orang-orang di sekitar Anda juga tidak sempurna, ada saja sifat-sifat mereka yang bikin “Aihhh”. Anda kecewa. Mereka pun sebenarnya kecewa. Sama saja. Anda saja tidak sempurna malah mengharapkan orang lain sempurna. Apa kata dunia?!

 

Jangan terlalu banyak berharap, tidak ada yang sempurna, TIDAK ADA. Ingatlah itu.

Bila ada yang mengecewakan Anda, ingatlah “oh ya, mereka manusia, saya pun manusia”.

Bila Anda melakukan kesalahan, maafkan diri Anda dan belajarlah, bukan menghukum diri.

Maafkan ketidaksempurnaan itu, karena itulah yang nyata, itulah wujud dunia ini.

Maafkan juga saya, bila tulisan ini kurang menghibur Anda, Saya pun manusia! 🙂

Iklan

Mari Berdiskusi, dear GIFTed people :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s