24 Jam Sehari! Cukupkah?

Apakah Anda seorang ayah yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri anda? Atau mungkin Anda adalah seorang ibu rumah tangga dan sekaligus wanita karir? Atau mungkin Anda adalah seorang mahasiswa yang harus kuliah, banyak tugas, ikut berorganisasi, kerja paruh waktu sambil mencari seorang pendamping hidup (pacar)? Atau mungkin Anda adalah seorang pelajar yang mempunyai target juara pertama di kelas, ikut bimbingan belajar, ikut les musik atau les Bahasa Inggris atau Mandarin?

Apapun profesi atau pekerjaan anda saat ini, apakah Anda merasa 24 jam sehari itu cukup untuk istirahat, untuk keluarga dan orang di sekitar Anda, maupun untuk aktivitas lainnya? Atau mungkin 24 jam sehari itu terlalu lama atau sangat kurang sehingga anda lalai dalam beberapa hal atau mungkin menjadi jenuh karena 24 jam itu seperti 24 abad? Pernahkah Anda berpikir kenapa hal itu terjadi pada Anda? Kenapa sebagian orang mampu memanfaatkan 24 jam sehari secara baik dan bermanfaat? Jika orang lain mampu kenapa kita tidak?

Inilah beberapa tips yang dapat kita terapkan untuk mengatur waktu 24 jam yang kita miliki dalam sehari dengan lebih efektif :

 

  • Plan (Rencanakan)

Awali pagi hari Anda setelah Anda membuka mata dan sebelum Anda turun dari tempat tidur Anda dengan berpikir sejenak, apa yang akan Anda lakukan hari ini. Jika Anda seorang yang pelupa, catatlah di selembar kertas atau ketiklah di To Do Note di telepon genggam Anda.

  • Start (Mulai)

Jika semua telah direncanakan dengan baik, tapi Anda tidak pernah memulailah, apakah itu akan terlaksana dengan baik? Tentu saja tidak, maka mulailah melakukan apa yang telah Anda rencanakan.

  • Do All (Kerjakan semuanya)

Jangan pernah menganggap remeh apapun terutama hal-hal kecil. Berhentilah berkata “Ah, telat lima menit saja kok”, “Ah, besok kan masih bisa”. Jika hal kecil selalu Anda abaikan, maka lama-kelamaan itu akan menjadi kebiasaan buruk Anda dan hal-hal lainnya juga tidak akan berjalan lancar.

  • Now (Sekarang)

Berhentilah menunda pekerjaan. Menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk sebagian besar orang. Seperti beberapa kalimat ini yang mungkin sering Anda dengar: Nanti baru saya selesaikan.” “Nanti ya, kan belum deadline.” “Nanti ya, kan gurunya bilang tugasnya dikumpul minggu depan.” “Nanti ya baru saya minum obatnya, Ma. Filmnya seru banget.” dan lain-lain. Anda mungkin akan lupa dengan pekerjaan yang telah Anda tunda. Apa yang akan terjadi jika suatu hari jantung Anda berkata, “Nanti ya, saya lagi capek berdenyut.”

Sebagai kesimpulan, pergunakanlah waktu Anda sebaik mungkin sebelum terlambat. Seperti kata pepatah “Time is Money”

Iklan

Mari Berdiskusi, dear GIFTed people :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s