Time Management

Oke! Selamat pagi! What are you doing today? Berapa kegiatan yang sudah anda rencanakan hari ini? Dan sudah berapa yang anda kerjakan? Dari judul di atas, mungkin terbayang di benak anda bahwa kita akan membahas bagaimana membuat tabel-tabeljadwal dalam sehari yang harus anda tuntaskan, apapun yang terjadi. Tapi tidak, bukan itu. Saya yakin permasalahan utama dalam menyusun jadwal bukanlah penentuan interval waktu yang diperlukan untuk setiap goal anda sehari-hari. Semua orang bisa melakukannya dengan cukup baik, asalkan ada ketekunan untuk benar-benar melaksanakannya. Benar ‘kan?

Kita hidup dalam dunia yang penuh hiruk pikuk. Di era globalisasi seperti sekarang ini, segala hal seolah menuntut untuk diselesaikan saat ini juga. Kita berlomba, menjadi yang lebih baik, bahkan yang terbaik di bidangnya. Akan tetapi seringkali bahkan setelah kita menyelesaikan impian-impian kecil kita, kebahagiaan itu tidak bertahan lama, karena tuntutan lain datang menghampiri, lebih besar, lebih menantang untuk ditaklukkan. Kita lalu berlari lagi, mengabaikan hal-hal kecil yang mungkin menurut kita bisa ditunda deadline-nya. Manisnya keberhasilan sekian waktu, sebandingkah dengan usaha kita yang makan waktu berpuluh-kali lipat dari itu?

Analoginya seperti ini. Bayangkan anda adalah seorang mahasiswa semester IV yang brilian, indeks prestasi anda memukau, dosen-dosenmenyukai anda karena anda rajin, teman-temananda pun kagum. Semua orang mungkin menganggap anda sungguh beruntung bisa menjadi seperti itu, dan hanya sedikit yang benar-benar mengerti bahwa hal tersebut murni merupakan hasil kerja keras dan tentunya sedikit keberuntungan.

Anda menghabiskan sebagian besar waktu anda untuk belajar, mencari jurnal-jurnal di bidang keilmuan agar selalu up-to-date. Terkadang ambisi itu begitu besarnya hingga mungkin kesehatan anda terabaikan, kehidupan sosial anda kurang. Anda lebih memilih menghabiskan hari libur untuk belajar dan belajar dibandingkan santai sejenak dengan keluarga atau teman-teman, refreshing. Pernahkah anda bayangkan perasaan ibu anda yang khawatir tentang kebutuhan anda akan istirahat? Pernahkah anda menyadari pentingnya quality time dengan orang-orang di sekitar anda? Waktu yang anda habiskan untuk mengejar goal itu, apa saja yang telah anda lewatkan?

Bandingkan dengan analogi yang satu ini. Anda adalah seorang sarjana lulusan jurusan ekonomi, bekerja pada instansi yang mengupah anda cukup untuk kebutuhan hidup anda, dan sedikit untuk ditabung. Anda tidak merasa perlu berlari dan anda punya banyak waktu untuk bersosialisasi. Anda bersyukur dan menjalani hidup sembari menanti dengan pasif datangnya kesempatan yang mungkin bisa sedikit mengubah nasib anda. Anda hidup tanpa ambisi karena anda merasa cukup, atau karena tidak percaya bahwa ada kesempatan yang lebih baik yang bisa anda temukan di luar sana. Maka seperti itulah hidup anda, stagnan. Anda tidak akan bergerak kemana pun bila anda tidak mulai melangkah, tidak melakukan sesuatu untuk orang-orangdi sekitar anda, terutama bagi diri anda sendiri. Kurangkah motivasi anda untuk ‘bergerak’? Pernahkah anda membayangkan apa saja yang bisa anda lakukan untuk orang-orangdi sekitar anda?  Waktu yang anda lalui, apa saja yang seharusnya telah dapat anda capai?

Kedua orang tersebut, sama-samabahagia, meskipun sumber kebahagian mereka berbeda. Yang pertama terlalu sibuk mengejar mimpi, yang diyakini akan membuatnya bahagia, sehingga hal-hal kecil di luar itu hanya akan dipandang sebelah mata. Ini tak terlalu benar.

Orang kedua, yang hidupnya santai, dan dirasanya cukup untuk mendefinisikan ‘bahagia’ tidak sungguh-sungguh menghasilkan apapun, karena tidak ada perubahan menuju hal yang lebih baik. Ini juga tak terlalu benar.

Nah, dari analogi-analogi yang panjang di atas, apa hubungannya dengan time management donk? Prioritas. Apapun yang kita kerjakan sehari-hari, prioritas berperan penting. Kita menempatkan hal-hal yang penting di atas hal-hal yang tidak terlalu penting, semua orang begitu. Kesalahan kita yang paling sering, menurut kami, adalah salah menempatkan prioritas.

Kesalahan penempatan prioritas dapat menyebabkan kita kehilangan hal-hal yang seharusnya lebih vital, lebih membahagiakan. Kita hilang keseimbangan. Tanpa keseimbangan akan selalu ada perasaan bahwa ada yang kurang.

Maka berubahlah! Tentukan prioritas anda, bagi waktu untuk memenuhi semuanya dengan seimbang. Pembagian waktu yang seimbang menjadikan anda lebih tenang, lebih bisa menerima perubahan, dan kebutuhan anda sebagai manusia multifungsi pun dapat terpenuhi dengan lebih baik! Mengenai cara penentuan prioritas, susunlah dari hal-hal yang benar-benar penting dan membahagiakan anda serta orang-orang di sekitar anda. Usahakan tanpa mengorbankan satu sisi, make it balance. Semoga bermanfaat!

Iklan

One comment on “Time Management

Mari Berdiskusi, dear GIFTed people :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s