Kisah Anak yang Kehilangan Uang

———————————————————————

Di era serba digital seperti sekarang ini, segala macam informasi dapat disampaikan dan diterima dengan super cepat. Apalagi dengan hadirnya Smartphone di tengah-tengah kehidupan kita, dalam hitungan detik saja sebuah pesan sudah dapat disebarluaskan ke banyak orang. Kami (GIFT) sendiri sebagai pengguna Smartphone, sering kali mendapat sejumlah artikel ataupun cerita-cerita yang berkaitan dengan motivasi atau pengembangan diri (banyak di antaranya yang tidak ada nama penulisnya). Sungguh akan sangat disayangkan jika artikel ataupun cerita tersebut hanya berhenti di kami dan tidak pernah diteruskan lagi. Oleh karena itu, melalui rubrik Smart Reading ini, semua tulisan yang GIFT terima melalui Smartphone akan kami share kepada Gifters semuanya. Semoga Bermanfaat! 🙂

———————————————————————

Ada seorang anak yang kehilangan uang Rp 10.000. Dia menangis tersedu-sedu, sehingga Pamannya merasa kasihan, “Kenapa kamu nangis?”

“Uangku hilang Rp10.000,” jawab si anak sambil menahan isak tangis.

“Tenaang, Paman kasih nih Rp 10.000 buat kamu. Stop nangisnya, ya…”

Namun si anak tetap saja menangis.

“Kenapa kamu masih nangis lagi, kan sudah diganti uangnya?”

“Kalo uangku tadi tidak hilang, kan uangku sekarang jadi Rp 20.000.”

Pamannya bingung…

Ayahnya yang baru pulang kantor melihat anaknya menangis, dia pun bertanya, “Kenapa kok nangis?”

“Uangku hilang Rp 10.000”

“Itu kamu masih punya uang 10.000 ? Katanya hilang?”

“Ini dari Paman. Uangku hilang… Kalo tidak hilang, aku udah punya Rp 20.000!”

“Sudahlah… Ayah ganti dengan yang lebih besar. Ini ύntuk kamu Rp 20.000. Jangan nangis lagi, ya…”

Si anak menerima uang itu, tapi kemudian dia menangis lagi.

“Kenapa masih nangis? Kan sudah diganti?”

“Kalau tidak hilang, uangku kan sudah ada Rp 40.000 sekarang!”

Ayahnya geleng-geleng kepala : “Kalo gitu, dikasih berapa pun kamu akan nangis terus.”

Inilah inti moral ceritanya . . .

Dalam kenyataannya pada kehidupan sehari-hari banyak orang yang memiliki sikap seperti anak tadi.

Dia hanya melihat apa yang tidak ada, berfokus pada apa yang kurang, hanya memperhatikan apa yang hilang atau berkurang saja, tak mau melihat sebenarnya dia sudah memiliki lebih banyak.

Banyak orang-orang yang selalu hanya merasa kurang padahal berkat yang lebih melimpah begitu banyak sudah dia terima.

Sepatutnya kita selalu bisa bersyukur dengan apa yang ada, manfaatkan dengan sebaik-baiknya segala berkatNYA.

Iklan

One comment on “Kisah Anak yang Kehilangan Uang

Mari Berdiskusi, dear GIFTed people :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s